Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Hanya Cukup Hingga Awal Oktober
Berita, PanditBola.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengaku hanya mampu menjatuhkan air hingga awal Oktober 2019. Hal itu menyusul menipisnya BPBD anggaran.
"Kami masih memiliki anggaran untuk menjatuhkan sekitar 400 tank, tetapi diperkirakan bahwa itu pada awal Oktober sudah habis. Jadi kita hanya mengandalkan bantuan dari sektor swasta," kata Chief Executive BPBD Gunung, Edy Basuki, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/9 / 2019).
Mengatasi masalah ini, Edy mengatakan mereka akan mengadakan rapat koordinasi lintas sektor yang terkait dengan masalah kekeringan di Gunung Rabu (18/9). Menurut dia, hasil pertemuan besok untuk menentukan langkah-langkah yang diambil sehubungan dengan kekeringan yang melanda Gunungkidul.
"Besok akan ada pertemuan kekeringan koordinasi dengan kabupaten, keran, PU, maka kita akan melihat jenis data yang terdapat di setiap kecamatan. Nantinya setiap kabupaten akan melakukan paparan, kami terus melihat juga mengusulkan kota ada, hasilnya akan digunakan sebagai kesimpulan untuk meningkatkan status atau untuk meminta bantuan lain, kita lihat besok, "katanya.
Edy melanjutkan, saat ini di daerah kekeringan yang terkena dampak dari Gunung, terutama kabupaten yang membutuhkan bantuan air bersih sebesar 14 kabupaten. Dari 14 kabupaten itu, kata Edy ada 135 696 warga terkena dampak kekeringan.
"Yang berkaitan dengan air ada 14 kabupaten, yang terburuk atau paling mengusulkan menjatuhkan air seperti Kecamatan Girisubo, Kabupaten Rongkop, Kabupaten dan Kecamatan Panggang Tepus," katanya.
"Jika kabupaten tidak berlaku untuk air tawar sebagai Kabupaten Wonosari, Playen, Karangmojo dan Saptosari," kata Edy.

0Komentar