GfM9TpClTSGpGUWpGSM8GUdoBA==

Cerita Mbah Maimun Zubair Pilih Naik Mobil Polisi Daripada Alphard



Berita, PanditBola.com - Orang indonesia berduka. Ulama agung Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggal di Mekah hari ini, Selasa (6/8) sekitar pukul 04:17 waktu setempat. Sosok Mbah Moen adalah salah satu sosok yang harus menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia.

Ada kisah menarik dari Mbah Moen ketika akan menghadiri sebuah acara di Jakarta, Selasa, 9 Juli. Dari Rembang, dikawal oleh unit polisi Patwal Satlantas di Rembang, menuju Semarang. Namun, karena masih ada waktu yang tersisa sebelum penerbangan, Mbah Moen Zubair memutuskan untuk transit dulu ke kediaman resmi Taj Yasin.

Sekitar pukul 16:15 WIB, Mbah Moen Zubair kemudian meninggalkan kediaman resmi Wakil Gubernur untuk menuju Bandara Ahmad Yani. Meski Toyota Alphard sudah disiapkan, tiba-tiba Mbah Moen tidak mau naik. Sebaliknya, ia malah memilih naik mobil patwal polisi di kursi depan. Tiba-tiba itu membuat Aipda Wuri Sutrisno yang mengendarai mobil patwal terkejut.

"Ya, saya terkejut, tetapi saya senang bisa mengendarai mobil dengan karakter Mbah Moen," jelas Unit Lalu Lintas Kepolisian Rembang, Selasa (9/7).

Aipda Wuri tidak mengharapkan Mbah Moen diizinkan untuk naik mobil patwal polisi, karena itu tidak biasa bagi tokoh penting kaliber Mbah Moen untuk melakukannya.

"Mbah Moen saat melakukan perjalanan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang, sering diingatkan untuk berhenti setiap kali lampu merah menyala," katanya.

Karena Mbah Moen sudah berusia lanjut, lanjut Aipda Wuri, mobil perlahan berkembang. "Setiap kali dia melintasi lampu lalu lintas dan berubah menjadi merah, dia selalu meminta untuk berhenti, seperti pengguna jalan lainnya," katanya.

Aipda Wuri menambahkan, Mbah Moen juga memiliki kesempatan untuk berbicara dan meminta agar polisi sering berhubungan dengan masyarakat.

"Mbah Moen mengatakan bahwa polisi tidak seperti sebelumnya, sekarang polisi telah berbaur. Dia menyarankan bahwa yang penting adalah tetap berhubungan dengan orang-orang," katanya.

Mobil patwal yang membawa Mbah Moen akhirnya tiba di Bandara Ahmad Yani di Semarang pukul 17.00 WIB. Mereka yang ada di mobil patwal, Aipda Wuri Sutristiyono, saat itu Brigadir Dwi Santoso dan ajudan Mbah Moen, Gabriel menerima berbagai inspirasi positif dari sosok Mbah Moen.
Pastikan berkomentar dengan baik

0Komentar

Berhasil Ditambahkan

Tulis Apa Yang Ingin Kamu Cari Dan Tekan ENTER Untuk Mencari.